, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir tengah melakukan revitalisasi atau renovasi studio rekaman pertama di Indonesia, Lokananta. Targetnya pemugaran itu rampung pada Juni 2023 mendatang.
Artinya, ada waktu sekitar 5 bulan kedepan untuk proses renovasi yang dijalankan di aset milik BUMN ini. Nantinya, masyarakat diharapkan sudah bisa menikmati wajah baru Lokananta tersebut.

Lokananta berdiri di atas lahan seluas 21.500 persegi dan sangat layak menjadi creative dan commercial hub berbasis musik, museum, studio rekaman modern, tempat pertunjukan musik, dan penjualan merchandise musik. Di sini, nantinya juga akan ada sentra UMKM sebagai bagian dari eksosistem Lokananta.
Stp Dan Lokananta Masuk, Ini 10 Prioritas Pembangunan Kota Solo 2022
Targetnya Juni mendatang wajah baru Lokananta sudah bisa dinikmati masyarakat dan menjadi salah satu obyek wisata andalan Solo, kata Erick dalam keterangannya, Sabtu (21/1/2023).
Langkah ini jadi satu upaya Erick Thohir membuktikan perhatiannya mengembangkan sisi pariwisata di berbagai daerah. Salah satunya, Lokananta yang ada di Solo, Jawa Tengah ini.
Erick terus mengawal progres revitalisasi Lokananta agar benar-benar rampung pada tahun ini. Erick menugaskan Holding BUMN Danareksa melalui anak usahanya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menata ulang studio rekaman pertama di Indonesia itu agar lebih kekinian, meski tak menghilangkan unsur sejarah.
Mencuci Piringan Hitam Kuno
Berita video gerakan anak muda bernama B.E.D.A mendeklarasikan dukungan untuk Erick Thohir sebagai Ketum PSSI periode 2023-2027, Selasa (18/1/2023) pagi hari WIB.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Tidak hanya Lokananta, Erick juga menyempatkan diri menyambangu De Tjolomadoe. Tempat ini sejatinya adalah sebuah pabrik gula yang berdiri sejak 1861 dan kini dimanfaatkan sebagai kawasan wisata dan komersial.
Fakta Menarik Studio Lokananta, Harta Terpendam Musik Indonesia
Menurutnya, pemanfaatan pabrik gula bersejarah yang lama terbengkalai ini adalah kolaborasi sejumlah BUMN, seperti PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti yang melakukan joint venture bernama PT Sinergi Colomadu pada 2017. Kolaborasi ini luar biasa karena tak sekadar membangun, tetapi melaksanakan revitalisasi yang sesuai dengan kaidah cagar budaya. Yang terpenting, De Tjolomadoe dikelola dengan baik dan selalu adaptif dalam menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pungkas Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri acara Lokananta Relod di Sutido Likananta, Solo, Minggu malam (27/11).(/Fajar Abrori)
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan tak ingin ada aset BUMN yang mangkrak, termasuk studio rekaman pertama di Indonesia, Lokananta. Maka, dia ingin menyulap aset BUMN itu menjadi pusat kreativitas atau creative hub.
Gibran Dan Erick Hidupkan Kembali Studio Rekaman Tertua Di Indonesia Lokananta
Erick juga menegaskan pihaknya mendukung langkah tersebut. Ke depan, Lokananta akan menjadi sentra kreativitas bagi para seniman, pentas ekspresi bagi para musisi, serta wahana bagi UMKM lokal untuk mengembangkan usahanya.
Kami di BUMN melihat pertumbuhan ekonomi ini harus terus didorong. Salah satunya di industri kreatif. Industri kreatif itu turunannya apa, musik, film dan lainnya. Kita harus jadi pop culture country, artinya budaya kita harus punya nilai ekonomi, tapi tidak menghilangkan esensi dari budaya kita, tutur Erick Thohir dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).
Saya berharap Lokananta dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukatif yang dapat memberikan multiplier effect untuk perekonomian, khususnya bagi musisi lokal, UMKM, dan masyarakat sekitar. Karena itu, BUMN mendukung penuh pengembangan Lokananta dengan semangat mendorong kebangkitan industri kreatif dan UMKM di Indonesia. Banyak aset-aset BUMN yang punya nilai sejarah, kita coba kembangkan dan bangkitkan daripada mangkrak, mending kita manfaatkan, tambahnya.
Siap Siap, Rekrutmen Bersama Bumn 2022 Batch 2 Hadir Kembali, Cek Tanggal Pembukaannya
Lokananta menjadi salah satu bagian terpenting dari sejarah industri musik di Indonesia. Sejak didirikan pada tanggal 29 Oktober 1956 oleh Raden Maladi, Oetojo Soemowidjojo dan Ngabehi Soegoto Soerjodipoero, Lokananta telah menghasilkan sekitar 50 ribu keping piringan hitam dan mengorbitkan banyak musisi legendaris Indonesia, seperti Gesang, Ismail Marzuki, Waljinah, Bing Slamet, Titiek Puspa, sam Saimun, dan Bubi Chen.

Di Indonesia sendiri, piringan hitam mulai digunakan sebagai alat perekam sekitar tahun 1957. Perusahaan rekaman yang berjaya saat itu dan memproduksi piringan hitam adalah Lokananta di Surakarta. (/Rengga Satria/wwn)
Bahkan, banyak musisi dan penyanyi legendaris Indonesia yang pernah merekam lagu-lagunya di Lokananta, seperti Slank dan Glenn Fredly. Lokananta juga masih menyimpan aset rekaman bersejarah di Indonesia, seperti 5.000 arsip lagu daerah maupun nasional, termasuk di antaranya master lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Museum Lokananta Solo
Untuk itu, Erick memandang, Lokananta sebagai aset Perum Percetakan Negara Republik Indonesia yang bergabung dalam Klaster Perusahaan Pengelola Aset (anggota Holding BUMN Danareksa) perlu dioptimalkan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi industri kreatif dan anak muda. Lokananta sebagai studio rekaman pertama dan terbesar di Indonesia, memiliki kualitas hasil rekaman sekelas studio rekaman Abbey Road di London, studio rekaman pengorbit band legendaris The Beatles.
Lokananta sebagai aset yang merupakan sejarah bangsa Indonesia, ya ini kalau bisa dimanfaatkan juga untuk komunitas. Nah karena itu makanya hari ini kita kembalikan bagaimana aset ini bisa bermanfaat utk industri kreatif dan anak muda Indonesia khususnya Solo. Dengan peran PPA sebagai agen restrukturisasi Pemerintah, PPA berkolaborasi dengan PP Urban, arsitek Andra Matin, dan M Bloc bersama-sama merevitalisasi aset Lokananta, tentunya dengan dukungan berbagai pihak, seperti Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov Surakarta, dan Kementerian BUMN, paparnya.Dunia permusikan di Indonesia terus mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai musisi yang berasal dari beragam genre terus bermunculan. Berbagai rekaman musik dibuat dan diproduksi dalam bentuk kepingan CD atau bisa dinikmati lewat saluran Podcast atau YouTube.
Walau begitu, sejarah industri musik di Tanah Air tak boleh dilupakan. Di Indonesia, industri musik telah mengalami beberapa perkembangan teknologi, mulai dari piringan hitam, kaset, CD, sampai dalam bentuk digital. Tak hanya itu, berbagai industri rekaman dan label dibuat dan beberapa di antaranya sukses melahirkan sederet musisi bertalenta.
Proyek Prioritas Kota Solo Molor, Ini Penjelasan Gibran
Namun keberadaan studio rekaman di Indonesia tak boleh lepas dari studio musik bernama Lokananta. Studio yang berlokasi di Solo itu merupakan studio musik pertama di Indonesia yang didirikan atas inisiatif R. Maladi pada 29 Oktober 1956. Pada waktu itu, fungsi utama studio ini sebagai tempat untuk menduplikasi materi siaran dari RRI.
Seiring waktu, studio ini terus mengalami perkembangan dan memproduksi banyak lagu Indonesia hingga sekarang. Bahkan hingga kini, studio itu merupakan studio musik satu-satunya milik negara.

Lokananta adalah studio musik tertua di Indonesia. Dari studio itu, lahir banyak karya dan musisi legenda Tanah Air seperti Gesang, Waldjinah, Bing Slamet, Titiek Puspa, Buby Chen, dan Sam Saimun. Selain itu, studio musik itu menyimpan lebih dari 40.000 piringan hitam yang tertata dengan baik di rak.
Studio Lokananta: Studio Musik Tertua Di Indonesia
Nama Bayi Perempuan Islami Unik 3 Kata dan Artinya, Penuh Makna Kebaikan4 Potret Junior Robert dan Ochi Rosdiana di Rindu Bukan Rindu, Bikin Baper
Bahkan di antara piringan hitam itu, ada keping rekaman lagu “Indonesia Raya” pertama. Di sana pulalah tersimpan rekaman master pidato-pidato presiden Soekarno, yang salah satunya adalah pidato Proklamasi.
Walaupun sudah berusia tua, namun Lokananta memiliki sistem rekaman yang berkelas dunia. Bahkan di sana ada speaker bermerek JBL yang hanya satu-satunya di dunia. Selain itu ada pula
Pnri Targetkan Kenaikan Jumlah Pengunjung Lokananta
Karena keberadaan sistem kelas dunia itu, kualitas rekaman di Lokananta bisa dikatakan setingkat lebih bagus dari pada Studio Abbey Road di London.
Perkembangan industri musik yang begitu pesat sempat membuat Lokananta mengalami masa surut, tepatnya sejak tahun 1995. Bahkan pada tahun 1998 hingga tahun 2000, studio ini berhenti produksi. Selain itu, dukungan finansial dari pemerintah tak lagi mencukupi.
Tapi Lokananta tak mau menyerah. Perlahan tapi pasti, denyut studio itu mulai berdetak kembali dengan merangkul musisi muda. Studio rekamannya pun dibuka untuk umum bagi musisi masa kini. Bahkan musisi Glenn Fredly secara khusus pernah mengadakan konser musik di sana.
Aoma Record Indonesia Mencari Bintang, Anton Obama Siap Bangkitkan Musisi Dangdut Solo
Karena piringan hitam yang digunakan untuk menyimpan rekaman musik rawan rusak mengingat usianya yang sudah tua, Studio Lokananta melakukan proses alih media atau merekam kembali dari pita analog ke dalam rekaman digital. Karena jumlahnya yang banyak, proses ini memakan waktu mencapai dua tahun.
Melansir dari kanal YouTube Official NET News, tantangan terbesar dari proses alih media itu adalah adanya piringan hitam yang lengket dan berjamur. Bila dipaksakan tetap diputar, rekaman master itu tidak akan bisa mengeluarkan suara yang jernih. Bahkan piringan itu bisa saja rusak dan tidak bisa diputar kembali.
Salah satu penyanyi legenda Indonesia, Waldjinah, menceritakan kenangannya saat melakukan sesi rekaman lagu di Lokananta. Perempuan yang dijuluki “Ratu Keroncong” itu ingin agar kejayaan Lokananta kembali seperti dulu.
Creavest 2.0 “solo Kreatif Festival 2021” Berkolaborasi Dengan Viens Boys Sebagai Icon Of Creavest 2.0.
“Saya kepinginnya Lokananta kembali seperti dulu. Seperti aku rekaman di sana. Karena saya prihatin karena tempat itu satu-satunya aset negara, ” ungkap Waldjinah dikutip dari kanal YouTube Official NET News pada Selasa (20/10).
1 Dua Wanita Tewas Dicor di Bekasi Ditemukan usai Terlacak GPS dan Terekam CCTV 2 3 Pekerja Tewas dalam Bak Limbah Blok Rokan, Warga Diminta Tak Sebar Video Kejadian 3 Nyambi Jadi Fotografer Modal Visa Investor, Bule Rusia Dideportasi dari Bali 4 Kolaborasi Konser & Charity, BSI Sukses Kumpulkan Donasi Lebih dari Rp1 Miliar 5 Angin Kencang Terjang Tangsel, Sejumlah Pohon Tumbang hingga Tutup JalanKOMPAS.com - Bagi para pencinta musik lawas, tentu sudah tak asing lagi dengan Lokananta Solo atau Lokananta Studio. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah karena diklaim sebagai studio musik tertua di Indonesia.
Lokananta Solo yang kini berubah menjadi museum tersebut, juga menyimpan berbagai koleksi berbagai rekaman sejak republik ini berdiri, termasuk suara asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Lokananta Jadi Creative Hub, Erick: Kebangkitan Industri Kreatif Indonesia
Awalnya, Lokananta yang dibangun pada 1956 atas usul Kepala Jawatan Radio Republik Indonesia (RRI), R. Maladi ini bertujuan untuk merekam materi siaran untuk disiarkan di RRI dalam bentuk piringan hitam.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2723233/original/075297900_1549589720-Studio_lokananta.jpg?strip=all)
Di ruang studio rekaman Lokananta, Band White Shoes & Couples Company dan Pandai Besi menelurkan karya melalui alat-alat yang telah legendaris dari awal mulai berdirinya perusahaan ini.
Lokananta pernah menjadi tempat rekaman beberapa musisi legenda Indonesia.
0 comments:
Post a Comment